Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 November 2012

Tutorial membuat poligon dengan menggunakan polyline

Dalam pembuatan poligon dengan menggunakan polyline terlebih dahulu seting tool yang akan digunakan untuk membuatnya, kita lihat langsung langkah-langkah membuatnya:
Kita persiapkan lebih dahulu peta yang akan kita jadikan objek, saya akan mencoba untuk peta yogyakarta.

  1. Langgakah awal terlebih dahulu copy AVX di Ext32 lalu paste ke C:\ESRI\AV_GIS30\ARCVIEW\EXT32,kalau ada pilihan pilih aja yes to all.
  2. Setelah semuanya sudah tercopy lalu kita buka aplikasi ArcView GIS 3.3, tapi sebelumnya kita persiapkan File data yang akan diperlukan. Berikut ini beberapa File yang akan digunakan:
  • Edit Tools(ver3.1)
  • JPEG(JFIF) Image Support
  • MNDR Stream Digitalizing Extension

Rabu, 03 Oktober 2012

Sistem Informasi Geografi (SIG)


Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi. Sedangkan menurut Anon (2001) SIG adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data garafis dengan data teks, objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). Disamping itu juga,  SIG juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan melakukan analisis data yang akhirnya akan menghasilkan keluaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi. Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua bagian yaitu sistem manual (analog), dan sistem otomatis (yang berbasis digital komputer). Perbedaan diantara keduanya terletak pada cara pemakaiannya. Sistem Informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer. Sedangkan Sistem Informasi Geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta menggunakan foto udara yang terdigitasi. 

Pengertian GIS saat ini lebih sering diterapkan sebagi teknologi informasi geografi yang berorientasi pada penggunaan teknologi komputer. Dalam hubungan dengan teknologi komputer, Arronoff (1989) Anon (2003) mendifinisikan SIG sebagai sistem berbasis komputer yang memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data penyimpanan dan pemanggilan kembali, memanipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Sedangkan menurut Burrough, 1986 mendefinisikan Sistem Informasi Geografis sebagai sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengelola, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan. 

Komponen utama Sistem Informasi Geografis dapat dibagi  4 komponen utama yaitu:
1. Perangkat keras (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk)
2. Perangkat lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo)
3. Organisasi (manajemen) 
4. Pemakai (user).

Kombinasi yang benar antara keempat komponen utama akan menentukan kesuksesan suatu proyek pengembangan Sistem Informasi Geografis. Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk digital, dengan demikian analisis yang dapat digunakan adalah analisis spasial dan analisis atribut. Data spasial merupakan data yang berkaitan dengan lokasi keruangan yang umumnya berbentuk peta. Sedangkan data atribut merupakan data tabel yang berfungsi menjelaskan keberadaan berbagai objek sebagai data spasial. Penyajian data spasial mempunyai tiga cara dasar yaitu dalam bentuk titik, bentuk garis dan bentuk area (polygon).

Sabtu, 29 September 2012

5 Metode yang di butuhkan untuk sukses berkarir dibidang GIS

Menurut Esri Education bliau menjelaskan lima metode tentang keahlian atau kemampuan yang di butuhkan untuk mengais karir dibidang GIS. Kita liat apa saja metode-metode itu?

Metode yang pertama untuk sukses berkarir di bidang GIS adalah curiosity atau rasa ingin tahu yang besar. Mereka yang sukses berkarir di bidang GIS bukan hanya penasaran tentang dunia teknologi geospasial, tetapi mereka juga ingin tahu tentang dunia itu sendiri. Mereka merenungkan hubungan spesial bekerja dalam fenomena lokal ke skala global, mulai dari demografi, penggunaan lahan, dan pola lalu lintas dalam komunitas mereka sendiri terhadap bahaya alam, keanekaragaman hayati, dan iklim di seluruh dunia. Ini menjadi pemicu rasa ingin tahu yang sering diperlukan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan GIS.

Metode yang kedua adalah kemampuan untuk bekerja dengan data. Mereka yang sukses berkarir di bidang GIS telah mengembangkan keterampilan berpikir kritis tentang data. Mereka tidak hanya tahu di mana untuk menemukan data, tetapi memahami metadata dengan sangat baik sehingga mereka mengetahui manfaat dan batasan untuk bekerja dengan setiap jenis tipe data. Mereka paham betul tindakan apa yang paling efektif untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menampilkan data geografis pada aplikasi/software GIS.

Metode yang ketiga untuk sukses berkarir di bidang GIS adalah pemahaman dasar geografis. Praktisi GIS harus mengetahui fundamental di balik semua fenomena spasial, termasuk proyeksi peta, datums, hubungan topologi, model data spasial, teori tentang database dan

Jumat, 28 September 2012

Model Data Vektor dan Data Raster

Data vector-Bandung, skala 1:3000 (viewsheet)

Informasi posisi point, garis dan polygon disimpan dalam bentuk x,y koordinat. Suatu lokasi point dideskripsikan melalui sepasang koordinat x,y. Bentuk garis , seperti jalan dan sungai dideskripsikan sebagai kumpulan dari koordinat-koordinat point. Bentuk poligon, seperti zona project disimpan sebagai pengulangan koordinat yang tertutup.

Data raster, Citra Ikonos Bandung, Skala 1:5000 (viewsheet)


Data raster model data ini terdiri dari sekumpulan grid/sel seperti peta hasil scanning maupun gambar/image. Masing-masing grid/sel atau pixel memiliki nilai tertentu yang bergantung pada bagaimana image tersebut digambarkan. Sebagai contoh, pada sebuah image hasil penginderaan jarak jauh dari sebuah satelit, masing – masing pixel direpresentasikan sebagai panjang gelombang cahaya yang dipantulkan dari posisi permukaan bumi dan diterima oleh satellit dalam satuan luas tertentu yang disebut pixel.